Senin, 08 Oktober 2012

i Love them *xoxo*

I LOVE MY FRIENDS..
Its our 2nd Graduation..
Beautiful memory 
God Bless all of us..
Peace on earth....
 

ASUHAN KEPERAWATAN Ca MAMMAE


BAB I
KONSEP DASAR

1.1    Definisi
Kanker Mamae adalah sel karsinoma yang tumbuh di daerah payudara.

1.2    Etiologi
Belum ada penyebab spesifik kanker payudara yang diketahui, para peneliti telah mengidentifikasi sekelompok faktor resiko. Riset lebih lanjut tentang faktor-faktor resiko akan membantu dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk mencegah kanker payudara. Faktor-faktor resiko mencakup :
-          Anak perempuan dari ibu dengan kanker payudara (herediter)
-          Menarke dini. Resiko Ca payudara meningkat pada wanita yang mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun.
-          Nulipara dan usia maternal. Lanjut saat kelahiran anak pertama. Wanita yang melahirkan setelah usia 30 tahun lebih berisiko mengalami knker payudara.
-          Menopause pada usia lanjut. Menopause setelah usia 50 tahun.
-          Riwayat penyakit payudara jinak
-          Kontrasepsi oral
-          Masukan alkohol setiap hari
(Buku ajar KMB, brunner dan Suddarth, edisi 8, 2002, hal 1589)

1.3    Manifestasi Klinis
Pasien biasanya datang dengan benjolan/massa di payuidara, rasa sakit, keluar cairan dari puting susu, timbul kelainan kulit, pembesaran kelenjar getah bening/tanda metastasis jauh.
Ca payudara dapat terjadi dibagian mana saja dalam payudara tetapi mayoritas terjadi pada kuadran atas terluar dimana sebagian besar jaringan payudara terdapat. Ca payudara umumnya terjadi pda payudara sebelah kiri. Umumnya lesi tidak terasa nyeri, terfiksasi dan keras dengan batas yang tidak teratur. Keluhan nyeri yang menyebar pada payudara dan nyeri tekan yang terjadi pada saat menstruasi biasanya berhubungan dengan penyakit payudara jinak. Metastasis ke kulit dapat dimanifestasikan adanya Ca payudara pada tahap lanjut (Kapita Selekta)

1.4    Insident
Ca payudara adalah masalah kesehatan utama di AS. Indisdens keseluruhannya meningkat sampai 54% dalam 40 tahuan antara tahun 1950 dan 1989. Angka insident meningkat secara konstan sampai 1% setiap tahun hingga tahun 1980-an. Selama tahun 1970-1980-an, insident keseluruhan kanker payudara meningkat hingga 21% diantara wanita dan terus meningkat sampai 49% diantara wanita yang berusia lebih tua.
Statistik terakhir menunjukkan bahwa resiko sepanjang hidup untuk mengalami Ca payudara adalah 1 – 8 wanita. Resiko ini tidak sama untuk semua kelompok usia. Sebagai contoh, resiko untuk mengalami Ca payudara sampai usia 35 tahun adalah 1 dalam 622. Resiko mengalami Ca payudara sampai usia 60 adalah 1  dalam 24. Berdasarkan The American Cancer Society, 183.400 kasus baru Ca payudara didiagnosa pada tahun 1995, dengan perkiraan 46.240 kematian. Wanita yang didiagnosa dengan Ca payudara tahap awal mempunyai angka bertahan 5 tahun 93%. Sampai tahun 2000, hampir 2 juta wanita di AS aan terkena Ca payudara dengan lebih dari 460.000 kematian akibat penyakit ini pada tahun 1990-an.
(Buku ajar KMB, brunner dan Suddarth, edisi 8, 2002, hal 1589)

1.5    Komplikasi
Komplikasi potensial dari Ca payudara adalah limfederma. Hal ini terjadi jika saluran limfe untuk menjamin aliran balik limfe ke sirkulasi umum tidak berfungsi dengan adekuat. Jika nodus eksilaris dan sistem limfe diangkat, maka sistem kolateral dan aksilaris harus mengambil alih fungsi mereka. Apabila mereka diinstruksikan dengan cermat dan didorong untuk meninggikan, memasase dan melatih lengan yang sakit selama 3-4 bulan. Dengan melakukan hal ini akan membantu mencegah perubahan bentuk tubuh dan mencegah kemungkinan terbukanya pembengkakan yang menyulitkan.
(Buku ajar KMB, brunner dan Suddarth, edisi 8, 2002, hal 1589)

1.6    Pentahapan Kanker Payudara dibagi menjadi 4, yaitu :
-          Tahap I
Terdiri atas tumor yang kurang dari 2 cm, tidak mengenai nodus limfe dan tidak terdeteksi adanya metastasis.
-          Tahap II
Terdiri tas tumor yang lebih besar dari 2 cm tetapi kurang dari 5 cm dan tidak terdeteksi adanya metastasis.
-          Tahap III
Terdiri atas tumor yang lebih besar dari 5 cm atau tumor dengan sembarang ukuran yang menginvasi kulit atau dinding dengan nodus limfe terfiksasi positif dalam area klavikular dan tanpa bukti adanya metastasis.

-          Tahap IV
Teridri atas tumor dalam sembarang ukuran dengan nodus limfe normal atau kankerosa dan adanya metastasis jauh.
                                                           (Kapita Selekta)

1.7    WOC
















































Benjolan / massa,  keluar cairan
 











Mayoritas terjadi pada kuadran atas terluar
 


Nyeri tekan terjadi pada saat menstruan
 









Umumnya terjadi pada payudara sebelah kiri
 










Lesi
 


Ulserasi dan berjamur
 









Tidak terasa nyeri
 





Terfiksasi, keras, batas tidak teratus
 







Operasi
 





Disfungsi seks
 










Post Op
 



Kerusakan Integritas kulit
 





Kurang perawatan
 



















Gangguan Citra Tubuh
 





Nyeri 
 

 




































1.8    Pemeriksaan Penunjang
-          USG payudara
-          Mammografi
-          Foto Thorax, Bone Surve, USG Abdomen, dilakukan untuk menentukan metastasis

1.9    Penatalaksanaan
-          Pengobatan lokal kanker payudara
Tujuan utama terapi lokal adalah menyingkirkan adanya kanker lokal. Prosedur yang paling sering digunakan untuk penatalaksanaan kanker payudara lokal adalah mastektomi dengan atau tanpa rekonstruksi dan bedah penyelamatan payudara yang dikombinasi dengan terapi radiasi.
1.      Mastektomi radikal yang dimodifikasi : pengangkatan keseluruhan jaringan payudara dan nudus limfe aksilaris otot pektolaris mayor dan minor tetap utuh.
2.      Bedah dengan menyelamatkan payudara : klumpektomi mastektomi segmintal atau kuadrantektomi, reaksi kuadran payudara yang sakit dan pengangkatan nodus aksilaris.
-          Pengobatan sistematik kanker payudara
Kemoterapi diberikan untuk menyingkirkan penyebaran penyakit mekrometastatik.
-          Pada stadium lanjut lakukan tindakan paliatif
1.      Mempertahankan



BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN TEORI

2.1    Pengkajian
A.        Identitas Klien
Nama, umur, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat, jenis kelamin, status, mortial.
B.         Keluhan utama
Keluhan yang paling dirasakan oleh pasien saat masuk RS
C.         Riwayat penyakit sekarang
Bagaimana awal mula terjadinya penyakit yang dialami oleh pasien sampai pasien masuk rumah sakit
D.        Riwayat kesehatan lalu
Penyakit yang pernah dialami oleh pasien
E.         Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh (head to toe) untuk menunjang diagnosa.

2.2    Diagnosa Keperawatan
Masalah keperawatan yang dapat diambil dari keadaan (penyakit) yang dialami pasien saat ini

2.3    Perencanaan
Tindakan yang direncanakan untuk mengatasi diagnosa yang muncul
A.        Prioritas masalah
Masalah utama yang diambil dari berapa masalah yang muncul
B.         Tujuan
Hal yang sudah ingin dicapai dari perencanaan yang sudah direncanakan.
C.         Kriteria hasil
Hasil yang akan dicapai dari prioritas masalah
D.        Intervensi
Perencanaan yang dibuat atau yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang muncul
Rasional
Logika / rasional dari intervensi kenapa harus dilakukan intervensi seperti itu.
E.         Evaluasi
Peninjauan kembali dari tindakan yang sudah dilakukan.

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KASUS

3.1    Pengkajian
A.        Identitas Klien
Nama                        :  Ny. “W”
Umur                        :  40 tahun
Agama                      :  Islam
Jenis Kelamin           :  Perempuan
Pendidikan               :  Sarjana
Pekerjaan                  :  PNS
Alamat                     :  Jl. Gajah Mada No. 10 Pamekasam
Status Mortial          :  Sudah kawin
B.         Keluhan utama
Nyeri tekan pada mamae sebelah kiri, dengan skala 4 – 6
C.         Riwayat penyakit sekarang
Empat bulan yang lalu pasien mengatakan terasa ada benjolan di mamae kiri pasien mengatakan tidak nyeri sehingga pasien tidak membawa / memeriksakannya ke dokter. Kemudian pada tanggal 10 februari 2008 pasien datang ke RS dan diajurkan untuk opname pda tanggal 12 Februari 2008 dan dioperasi pada tanggal 14 Februari 2008.
D.        Riwayat kesehatan lalu
Pasien tidak pernah mengalami peyakit yang sama seperti saat ini dan tidak pernah menjalani operasi
E.         Riwayat kesehatan keluarga
Pasien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang mjenderita penyakit seperti yang dialami pasien saat ini.
F.          Riwayat Alergi
Pasien tidak pernah alergi baik dari makanan ataupun obat-obatan
G.        Pemeriksaan fisik
1.      Tanda-tanda Vital
TD             :  140/120 mmHg                    N    :  65x / menit
S                :  36oC                                     RR  :  26 x/menit
2.      Pola nafas
Irma nafas teratur, suara nafas vesikular
3.      Kardiovaskular
Irama jantung reguler, bunyi jantung normal, tidak ada bunyi tambahan (murmur)
4.      Pensyarafan
GCS : 4, 5, d
5.      Penginderaan
a.       Mata
Pupil isokor, konjungtiva tidak anemis, sklera putih
b.      Telinga
Bentuk simetris kanan/kiri, tidak ada serumen
c.       Hidung
Bentuk normal, tidak ada pernafasan cuping hidung.
6.      Muskuluskeletal
Kekuatan otot
5                4
5                5
Pasien tidak mau menggerakkan tangannya karena nyeri saat daerah mamae tertarik
7.      Personal Hygine
Agak bau karena pasien mengatakan belum prnah mandi selama di RS dan tidak pernah diseka karena takut mengenai lukanya.

ANALISA DATA

Nama Klien    :  Ny. W                                                          Diagnosa Medis : Ca Mamae
No. Register   :  0100382                                                       Ruangan             : 
No.
Kelompok Data
Kemungkinan penyebab
Masalah
1
Ds   :    Pasien mengatakan habis dioperasi di mamae sebelah kiri
Do  :    -     terdapat luka post op
-          Ada balutan di mamae kiri
-          Terdapat drain pada luka

Insisi bedah
Gangguan integritas kulit
2
Ds   :    Pasien mengatakan nyeri saat dipalpasi di mamai kiri lateral
Do  :    KU lemah
-          pasien tampak jarang menggerakkan lengannya skala : 6
-          TTV
TD : 140/120
N    : 65x/mnt
S     : 36oC
RR  :  26x/mnt
Luka post op
Ganggan rasa nyaman nyeri
3
Ds   :    pasien mengatakan takut jika lukanya tidak sembuh dengan baik
Do  :     -     pasien sering bertanya tentang lukanya
-          Pasien tampak sering memperhatikan luknya
Tindakan mastektomi
Gangguan citra tubuh



RENCANA KEPERAWATAN
Nama Klien    :  Ny. W                                                                                                                                                          Diagnosa Media         :  Ca Mamae
No. Register   :                                                                                                                                                                       Ruangan                    :
No.
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Kriteria Hasil
Intervensi
Rasional
Evaluasi
1
Kerusakan integritas kulit b/d adanya insisi badan d/d pasien mengatakan habis dioperasi di mamae kiri terdapat luka post op terdapat balutan luka dan terdapat drain pada luka
-          Dalam waktu 1 x 24 jam luka mengering
-          Dalam waktu 5x24 jam luka sembuh dan pasien dapat pulang
-          Luka kering dan tidak mengeluarkan nanah/darah
-           
-          Kaji luka, awasi adanya odema, pada insisi
-          Jangan melakukan observasi TTV pada isis yang sakit
-          Lakukan perawatan luka dengan tehnik steril
-          Deteksi dini tanda infeksi pada pasien
-          Agar pasien tidak kesakitan



-          Mengurangi resiko infeksi pada luka
S   :    pasien mengatakan lukanya sedikit kering
O   :    tidak ada odema pada luka
          TD : 140/120
          S : 36oC
          N : 63
          RR : 28
A   :    masalah teratasi sebagian
P   :    lanjutkan intervensi 2,3
2
Gangguan rasa nyaman (nyeri) b/d luka post op d/d pasien mengatakan nyeri saat di palpasi TD : 140/120 N : 65x/mnt, S : 36oC, RR : 26 x/mnt dengan skala nyeri 6. Pasien tampak takut menggerakkan lengannya
-          Dalam waktu 2 jam diharapkan nyeri berkurang
-          Dalam waktu 2 x 24 jam nyeri hilang dan pasien dapat melakukan aktivitas ringan
-          Nyeri berkurang / hilang
-          Pasien mau melakukan aktivitas ringan
-          Kaji TTV


-          Kaji nyeri, lokasi, skala

-          Bantu dalam menentukan posisi yang nyaman
-          Mengetahui keadaan pasien secara dini
-          Mengetahui perkembangan pasien
-          Mengurangi tekanan pada sisi yang sakit
S   :    pasien mengatakan nyeri sudah berkurang
O   :    pasien mulai duduk dan menggerakkan tangan
A   :    sebagian masalah teratasi
P   :    lanjutkan intervensi 2,3

No.
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Kriteria Hasil
Intervensi
Rasional
Evaluasi
3
Gangguan citra tubuh b/d tindakan mastektomi d/d pasien mengatakan takut jika lukanya tidak sembuh dengan baik, pasien sering bertanya tentang lukanya, pasien sering memperhatikan luka.
-          Dalam waktu 10 hari diharap nyeri sudah tidak ada lagi dan pasien bisa pulang
-          Pasien dapat mengutarakan keluhannya pada orang lain
-          Pasien dapat menerima keadaannya
-          Dorong pasien untuk mengutarakan perasaannya
-          Berikan dorongan positif agar pasien mu mematuhi program pengobatan
-          Membantu mengurangi beban pikirannya

-          Pengobatan akan berhasil jika pasien kooperatif
S   :    pasien mengatakan nyeri sudah tidak terasa
O   :    pasien melakukan aktifitas tanpa bantuan
A   :    masalah teratasi
P   :  intervensi dihentikan

 

BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
Ca Mamae adalah sel karsinoma yang tumbuh di daerah payudara. Ca Mamae ini bisa disebabkan karena faktor internal maupun eksternal. Tanda dan gejala yang biasa muncul pada pasien Ca Mamae adanya benjolan/massa di payudara, terasa nyeri dan terjadi pembesaran yang abnormal.

4.2    Saran
Kita harus selau waspada dan secara rutin memeriksa payudara agar apabila terdapat kelainan, bisa langsung diobati sebelum mengalami tahap yang paling tinggi dan sebelum kanker payudara itu bermetastasis lebih jauh.

DAFTAR PUSTAKA


Smeltzer, Suzannec. C. Bare, Brenda G. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah. Edisi 8 Vo. 2. Jakarta : EGC
Doengoes, Marilyn E. Moorhouse, Mary Frances. Alice C. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta. EGC